The Mind | Projections & Projecting

 



The Mind

Projections & Projecting


Halo dear reader!

Selamat datang dan selamat membaca post pertama dari seri The Mind!

May your mind be free and may you find peace within your soul.
Semoga kamu dapat membebaskan pikiranmu dan menemukan kedamaian dalam jiwamu.

Para pekerja di kepalaku memberikan kabar bahwa mereka siap untuk berbagi hasil kerja mereka beberapa saat lalu loh dear reader!

Sebagai pembuka dari seri The Mind, para pekerja di kepalaku mempersembahkan Projection(s) & Projecting untuk dear reader semua!

Mungkin beberapa dari dear reader ada yang sudah familiar dengan pokok bahasanku kali ini, mungkin ada yang sudah familiar namun belum sadar, mungkin juga ada yang belum familiar sama sekali.

Gapapa banget kok! Blog ini akan Aku gunakan untuk mengeksplor pikiranku bersama dengan dear reader semua, jadi i welcome you all to explore with me!

Para pekerja di kepalaku berpesan nih, katanya kita harus kenalan dulu sama Projection(s) dan Projecting. Gapapa ya? Kita kenalan dulu sama mereka!

Okay, jadi dear reader, Projection(s) atau dalam bahasa Indonesianya dikenal sebagai Proyeksi merupakan salah satu mekanisme pertahanan diri kita loh! Mekanisme pertahanan ini sendiri merupakan perilaku yang muncul secara tak sadar gitu dear reader. Nah Projecting sendiri seperti yang kita ketahui jika ada tambahan -ing berarti merupakan sesuatu yang sedang dilakukan. Projecting adalah ketika kita sedang melakukan Projection(s).

Teori Sigmund Freud secara gamblang menjelaskan tentang mekanisme pertahanan diri sebagai bentuk dari ketidaksadaran individu dalam menghadapi realita.

Hm, gini deh,
Waktu itu, saat SMA kayaknya, Aku sedang ikut rapat OSIS, seniorku menginformasikan kepada anggota OSIS lain, termasuk diriku yang merupakan juniornya, dengan nada yang sedikit kurang lembut bahwa laporan anggaran harus segera selesai karena dari bagian TU juga baru saja menegur seniorku agar laporan anggaran segera diperjelas.

Dear reader! Kalian sadar gak nih kalo yang seniorku lakukan merupakan bagian dari mekanisme pertahanan kita sebagai manusia? Soalnya nih, yang dilakukan seniorku itu biasa dikenal dengan sebutan Displacement atau pengalihan objek sasaran! Ketika kita dimarahi oleh Ibu, lalu sebagai imbas kita jadi ikut memarahi adik kita sendiri itu juga contoh Displacement loh dear reader!

(credit : as shown)

Lalu Projection(s) itu seperti apa ya? Jangan-jangan selama ini kita sudah pernah memproyeksikan diri kita?

"projection refers to unconsciously taking unwanted emotions or traits you don’t like about yourself and attributing them to someone else."Karen R. Koenig, M.Ed, LCSW

Mudahnya tuh gini dear reader, Projection(s) ini adalah salah satu perilaku yang manusia lakukan untuk mencari rasa nyaman atas dirinya sendiri atas kekurangan atau konflik yang sedang manusia tersebut rasakan.

Kenapa sih mencari rasa nyaman? Aku kasih contoh langsung aja ya!

Misal nih, Aku gak suka sama temenku si A karena dia sering banget monopoli waktu sahabatku si B. Namun karena aku nih sulit banget mengakui rasa gak suka milikku ini, setiap kali Aku bercerita ke circle pertemananku alasan kenapa Aku dan si A ini gak bisa deket atau get along ya karena, "Aku nih udah usaha buat deket sama dia, tapi si A ini gak suka sama Aku!".

Nah, dengan begitu, Aku nih sudah memproyeksikan perasaan gak suka yang sebenernya milikku sebagai sesuatu yang "dirasa" oleh A. Dengan begini, Aku menolak untuk mengakui perasaanku dan menghindari sesuatu yang Aku anggap sebagai kekurangan milikku sebagai sesuatu yang "sebenarnya" dirasakan oleh orang lain terhadapku.

Dear reader ada yang kepikiran langsung skenario Projection(s) ini di pengalaman masing-masing gak ya? Hehehehe...

(credit : as shown)

Nah, jadi itu intro soal bahasanku di post kali ini. Para pekerja di kepalaku menitip pesan agar dear reader semua menarik nafas sejenak sebelum lanjut membaca! Oh iya, tenang saja, semua bahan bacaanku akan Aku cantumkan di akhir post ini supaya dear reader bisa memperdalam lagi soal Projection(s).

Oh iya, kalo Aku boleh jujur, saat para pekerja di kepalaku memberikan draft post ini, Aku sedikit kesulitan untuk membedakan antara Projection(s) dan Asumsi, kalo dear reader sendiri gimana? Ngerasa gak sih konsepnya ini rada sedikit mirip dengan Asumsi? Hehehehe

Aku nih sebenernya masih belajar juga soal Projection(s). Pertama kali aku denger istilah ini tuh saat ada fanwar di twitter. Ada user yang ngetweet gini seingetku, "don't project your insecurities to me.". Dari situ aku mulai cari-cari soal Projection(s).

Sebenernya ya, menurutku pribadi, kalo mau kita bawa mudah, menurutku bisa banget kita analogikan Projection(s) ini sebagai Proyektor! Iya! Proyektor di kelas-kelas atau di ruang rapat! Proyektor yang itu!

(credit : Creative Bloq)

Ya gimana ya dear reader, namanya saja sudah mirip-mirip, lalu secara konsep ini tuh sama-sama "memproyeksikan" atau memberikan gambaran dari dalam (diri/mesin) ke luar (orang lain/tembok/kain). Ya bisa lah ya.. mungkin.. hehehehe...

Aku pribadi, jika ditilik ke belakang, sepertinya pernah banget ngelakuin Projection(s) ini deh dear reader. Apalagi di masa-masa sekolah dan pre-puber. Cuma mungkin hal yang bisa Aku berikan sebagai contoh tuh ya itu, rasa gak suka. Dulu Aku suka ngerasa bersalah karena Aku gak suka sama orang, sampai akhirnya daripada Aku nyelesaiin konflik dalam diriku ini, ya Aku lempar aja ke orang lain, dengan dalih, "ya dia gak suka sama gua, gimana sih". Hehehehe

Atau satu lagi deh, ketika Aku lagi ada di lingkungan Z yang isinya orang-orang yang gak Aku kenal dengan sahabatku, Aku ngerasa gak nyaman nih sama lingkungan Z ini karena banyak banget stranger nya, cuma karena aku gak mau mengakui rasa gak nyamanku, Aku bilang, "Eh, jangan disini yuk, gak enak nih lingkungannya, mereka juga gak nyaman kita disini."

Kadang gitu ya, lebih enak ngelempar ke orang lain ketimbang ngadepin sesuatu yang kita anggap adalah kekurangan kita.

"the people who are most prone to projecting are those who don’t know themselves very well, even if they think they do." Karen R. Koenig, M.Ed, LCSW

Menghadapi suatu hal, seperti sesuatu yang kita anggap kekurangan kita sendiri itu emang pasti berat ya dear reader, dan pasti menakutkan juga. Karena istilahnya tuh kita lagi face-to-face sama sisi jelek diri kita sendiri.

Tapi apa iya seserem itu?

Ya serem sih HAHAHAHAHAHA, Aku pribadi aja masih terbata-bata kok untuk menyelesaikan hal ini. Masih terbata-bata untuk nerima semua pikiran-pikiran absurd yang kadang melintas di pikiranku sendiri.

Tapi, tapi, tapi, yakin dear reader gak mau kenalan sama koridor kelamnya dear reader?

Yakin masih mau nolak mengakui koridor kelam itu emang ada dan malah Projecting ke orang lain?

Bukannya self-love yang selama ini digaungkan itu bisa berhasil juga karena kita bisa menerima diri kita? Secara menyeluruh? As a whole? Good and Bad and everything in Between that?

Mekanisme pertahanan, sepahamku, wajar dan natural kok digunakan, karena memang itu bagian dari manusia dan memang digunakan untuk membuat rasa gak enak gak kita rasain. Tapi ketika mekanisme pertahanan, dalam hal ini Projection(s), kita lakukan dan kita gak segera reflect kenapa kita secara berulang menggunakannya, bisa nimbulin emotional difficulties nantinya. 

Jadi, apakah Aku dan dear reader masih mau nolak mengakui koridor kelam itu emang ada dan malah Projecting ke orang lain ya? Hm..

Di salah satu web yang aku baca terkait bahasanku ini, ada satu kalimat yang Aku suka banget dan resonate with me well banget, kalimatnya gini,

“viewing yourself with detachment and curiosity, never judgment.”

Oh iya!
Para pekerja di kepalaku bilang bahasan post kali ini tinggal sedikit lagi! Dear reader bisa bernapas lega! Aku cek dulu ya..

Intro.. cek.
Pengenalan.. cek.
Pembahasan.. cek.
Penyelesaian. . . . .

Enaknya gimana ya dear reader? Aku nih gak punya kapasitas apa-apa selain teman diskusi dunia maya kalian. Untuk saran-saran konkret sudah jelas harus kalian tanya kepada para psikolog atau therapist masing-masing.

Namun jika Aku boleh saran, untuk meminimalisir atau mencegah berulangnya Projection(s) atau tindakan Projecting terhadap orang lain, kita bisa coba untuk refleksi (atau bahasa lebih agamisnya muhasabah) diri kita sendiri dan menerapkan kejujuran saat kita merefleksikan diri kita sendiri.

Lucu sih dan sedikit ironis menurutku pribadi, padahal yang paling pantas nerima kejujuran dari diri kita itu ya kita sendiri, namun masih sering aja kita nih berbohong pada diri sendiri. Alasannya banyak mungkin ya, bisa jadi untuk merasa superior mungkin, atau ya simply because we do not want to acknowledge our own flaws.

Tapi dear reader, jika memang dear reader belum bisa nemuin tempat yang dirasa aman dan nyaman untuk menjadi diri dear reader sendiri secara penuh, tempat dimana dear reader rasa tetap akan ada penghakiman atas diri dear reader jika dear reader terlalu jujur, maka, aku mau afirmasi, bahwa jika hal itu terjadi, you owe it to yourself to create your own safe place, either in your own head or any place you could create.

Intro.. cek.
Pengenalan.. cek.
Pembahasan.. cek.
Penyelesaian.. hopefully cek.

Dear reader sekalian, terutama yang masih berkenan membaca sampai bagian ini, para pekerja di kepalaku menyampaikan rasa terimakasih yang mendalam karena dear reader berkenan untuk meluangkan waktu untuk membaca hasil kerja mereka.

Para pekerja di kepalaku juga menyampaikan permintaan maaf karena mereka memang membutuhkan waktu yang terkadang cukup lama untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan! Tapi mereka apresiasi semua masukan dan kritikan dan diskusi dari dear reader semua kok!

Mungkin untuk post pertama dari seri The Mind Aku cukupkan sampai disini.
Namun, kejujuran yang kita miliki dan tumbuhkan jangan berhenti ya dear reader!

Jangan lupa untuk jujur hari ini!

May your mind be free and may you find peace within your soul.

- Syaf!




Daftar Pustaka Syaf! :

Comments

  1. Baru paham ternyata di blog ini menceritakan contoh kehidupan yang related banget dikehidupan sebelum pendewasaan. Thank you kakak syaf :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak! Jadi blog ini nantinya Aku isi sama hal-hal yang melintas di kepalaku, hahahahaha. Terimakasih ya atas komentarnya!!!

      Delete
  2. Dalam penjelasan di blog ini sangat related sekali di kehidupan dalam tahap pendewasan untuk membentuk sifat pertahanan diri saat di dunia kerja, sosial dll. Bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami dan membuat pembaca nyaman ingin membaca nya berulang kali.
    Semangat Author untuk membuat pembahasan yang related banget dengan kehidupan : )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kak! Semoga post ini bisa jadi manfaat ya! Kalau emang ada yang kurang jelas, boleh bangey ditanyain kok! :)

      Delete
  3. Sebenernya masih agak bingung sama projection ini. Tapi, kalo boleh aku sederhanakan dlm bahasaku sendiri, begini bukan syaf, "melemparkan masalah yg sebenernya ada di dlm diri kita sendiri kpd orang lain?"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, konsepnya bener banget nih kayak gitu. Jadi kayak, Aku nih gak suka sama si A kan, nah Aku sadar rasa gak suka ku nih istilahnya tanpa alasan yang jelas lah, cuma karena Aku gak mau mengakui kekuranganku (yang berupa perasaan gak suka tanpa alasan ke si A) ini, akhirnya aku ngeluarin mekanisme pertahanan, yang dalam hal ini adalah Proyeksi, daripada Aku ngerasa gak enak sama diriku dan mengakui kekuranganku karena Aku gak suka sama A tanpa alasan, lebih baik Aku gambarkan aja seolah-olah si A ini yang gak suka sama Aku. Dengan cara begini Aku membuat diriku lebih "nyaman" dan seolah-olah masalah sebenarnya bukan ada pada diriku, melainkan pada diri A.

      Mekanisme pertahanan ini salah satunya dipake ya supaya kita merasa nyaman sama diri kita, dan seolah-olah kita gak punya kekurangan. Padahal bukannya gak punya, kita cuma (masih) menolak untuk mengakuinya aja. Begitu :)

      Jadi sederhananya, proyeksi itu adalah (diri kita) menggambarkan dan percaya bahwa permasalahan ada pada orang lain, bukan pada diri kita. Ini dilakukan agar kita gak ngerasain perasaan-perasaan negatif. Begitu :)

      Delete
    2. Waw, makasih syaf! Kadang aku sendiri suka begitu tanpa disadari, dan ternyata ada istilahnya toh. Nambah pengetahuan bgt, syaf😍 ditunggu post selanjutnyaaa👍

      Delete
    3. Huhuhuhu terimakasih banyak ya sudah membaca dan merespon! Aku ikut seneng kalo bisa bermanfaat buat Dhea!

      Ditunggu juga post-post dari blognya Dhea ya! Semangat!!! :)

      Delete
  4. Asli relate bgt sama kehidupan sehari hari, dan jujur emang perlu sih kita belajar ttg hal hal seperti ini buat merubah diri jd lebih baik lagi. Seneng asli baca tentang ini ahaha!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banget! Jangan pernah capek explore diri sendiri pokoknya!!! :)

      Terimakasih ya udah baca dan udah ninggalin komen!!! :)

      Delete
  5. Wahh, postnya bagus dan lengkap banget... Semangat terus ya syaf bikin blognya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih ya udah baca dan ninggalin komen! Semoga postnya bisa bermanfaat!

      Semangat juga buat blognya Alicia!!! :)

      Delete
    2. Siap, syaf.. Aamiin.. Tunggu blog kedua ku ya...!

      Delete
    3. Oke deh Alicia, ditunggu postingan selanjutnya ya!

      Jangan lupa buat cek selalu blog Aku juga, hehehehe :)

      Delete
  6. Hwaa zuzur baca postingan ini kayak lagi naik rollercoaster asli xD

    Sebelum mulai berjalan pelan, di pertengahan mulai kencang, lalu setelah itu di bawa arus dengan kecepatan tinggi, lalu berakhir dengan pelan dan akhirnya berhenti.

    Keren banget syap! Lanjutkan, ku tunggu postingan selanjutnya yaw🌻

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih ya Rije udah baca dan ninggalin komen! Semoga bisa bawa manfaat buat Rije juga! :)

      Ditunggu juga postingan lain yang keren-keren dari Rije ya!!!

      Delete
  7. wuaaaa mantab syaf si pembuka the mind ini. informatif bgt karena aku blm pernah tau arti dari itu sebelumnya. lanjutkan syaf!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Ans udah mau baca dan ninggalin komen! Semoga bermanfaat buat Ans! Ditunggu juga review-review informatif dari blog Ans ya!! :)

      Delete
  8. Sumpah, ini sebenernya relate banget sama kehidupan sehari-hari, tapi jujur aku jarang denger dan malah baru tau istilah projection ini. Bacanya juga seru banget butuh beberapa detik buat mencerna tapi pas dapet maknanya kaya “oh, gini ya ternyata" makasih ya syaf, bermanfaat banget loh ini! ditunggu postingan selanjutnya~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih ya Shabrina udah mau baca dan ninggalin komen :')
      Semoga bermanfaat buat Rina ya huhuhu :')
      Ditunggu juga konten-konten keren dari blognya Shabrina! :)

      Delete
  9. Fix ilmu baru sih ini yang baru gua dapet, sebelumnya gua mana tau apa itu projections dan projecting hehehe.

    "Kadang gitu ya, lebih enak ngelempar ke orang lain ketimbang ngadepin sesuatu yang kita anggap adalah kekurangan kita." --> relate banget doong hahaha

    semangat nulisnya syaf! ditunggu artikel lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Okta udah mau baca dan ninggalin komen!!!
      Semangat selalu juga buat Okta! Aku tunggu post-post keren dari blognya Okta juga ya! :)

      Delete
  10. Wahh ilmu baru nih yang sebelumnya belum tau projections dan projecting sekarang jadi tau. Lanjutkan syafff, jangan lupa cek blog aku yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Naura! Ditunggu post dari blog Naura juga ya! :)

      Delete
  11. yaampun baru sadar ternyata hari hari pikiran kita pasti kyk gini. makasih banyak syaf ilmu barunyaa!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih juga cella udah baca dan ninggalin komen! :) semoga bermanfaat!

      Delete
  12. keren banget syafff sangat membuka wawasanku bangettt semangat terus yaaa dalam berkarya, tulisanmu itu bisa memotivasi orang2 juga loh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eyyyyy.. Terimakasih Indah udah baca dan komen! Semoga bisa jadi manfaat ya! Ditunggu juga post-post dari blognya Indah! :)

      Delete
  13. Waaahhh informasi baru niiih!!! Keren banget!!!! Jadi penasaran pekerja di kepala syaf jobdescnya apa aja siihhh?? hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jobdesc nya tergantung divisnya fir HAHAHAHAHAHAH
      Terimakasih udah baca dan ninggalin komen ya! Semoga bermanfaat! :)

      Delete
  14. SYAFFFF ISI BLOG KAMU BERMANFAT BANGET, DITUNGGU SYAF BLOG LAIN NYA YG LEBIH BERMANFAAT DAN MENARIK

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Erina udah baca dan ninggalin komen! Ditunggu juga post-post dari blognya Erina ya! :)

      Delete

Post a Comment

Popular Posts